Rabu, 04 November 2020

Rukun Sholat Jum'at

Berikut ini adalah rukun sholat Jumat yang perlu diketahui Anda ketahuin.

1.     Didahului oleh dua khotbah Jumat di mana khatib dalam kondisi berdiri dan duduk di antara dua khotbah

2.     Dilakukan sebanyak 2 rakaat secara berjamaah

3.     Membaca niat

4.     Takbiratul ihram

5.     Berdiri jika mampu

6.     Membaca Al-fatihah di setiap rakaat

7.     Rukuk

8.     I’tidal

9.     Sujud

10. Duduk di antara dua sujud

11. Duduk tasyahud akhir dan membaca doanya

12. Membaca salam

 


Contoh Teks Arab Khutbah pertama dan Kedua

 Khutbah Pertama


اَلْحَمْدُ لِلّٰه، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ،ـ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (الحج: 77)

khutbah Kedua

 اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ      أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


Kamis, 16 Juli 2020

JASA PENULISAN SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

KONSULTASI DAN PENYUSUSAN SKRIPSI - TESIS JAKARTA
1). Deal, transfer 50%
2). Kirimkan aturan-aturan skripsi atau tesis sesuai kampus masing². Biasanya ada panduan tertulis berupa buku. Isinya tentang teknis penyusunan, sistematika, batasan tahun buku referensi. dll
3). Judul dulu atau langsung proposal
4). Jika judul, saya kirim  Judul dan penjelasannya dalam 4 hari. Saya kasih 3 kemungkinan judul. Silakan pilih yang pas dan sesuai.
5). Jika langsung proposal, saya kirimkan seminggu.
6). Setelah menghadap dosen dan revisi, kirim balik ke saya beserta penjelasannya.
7). Dalam jangka 3-4 hari saya kirim kembali hasil revisinya
😎. Demikian seterusnya  sampai selesai semua bab acc dosen
9). Jika sudah selesai semua, baru  pelunasan 100%
☎️ 085750.988500
EMAIL: rokiminajha@gmail.com
Lokasi Jakarta
Jika diperlukan dan dalam jumlah banyak, saya bisa datang ke kota tsb untuk konsultasi langsung.

JASA PENULISAN SKRIPSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

KONSULTASI DAN PENYUSUSAN SKRIPSI - TESIS JAKARTA
1). Deal, transfer 50%
2). Kirimkan aturan-aturan skripsi atau tesis sesuai kampus masing². Biasanya ada panduan tertulis berupa buku. Isinya tentang teknis penyusunan, sistematika, batasan tahun buku referensi. dll
3). Judul dulu atau langsung proposal
4). Jika judul, saya kirim  Judul dan penjelasannya dalam 4 hari. Saya kasih 3 kemungkinan judul. Silakan pilih yang pas dan sesuai.
5). Jika langsung proposal, saya kirimkan seminggu.
6). Setelah menghadap dosen dan revisi, kirim balik ke saya beserta penjelasannya.
7). Dalam jangka 3-4 hari saya kirim kembali hasil revisinya
😎. Demikian seterusnya  sampai selesai semua bab acc dosen
9). Jika sudah selesai semua, baru  pelunasan 100%
☎️ 085750.988500
EMAIL: rokiminajha@gmail.com
Lokasi Jabodetabek
Jika diperlukan dan dalam jumlah banyak, saya bisa datang ke kota tsb untuk konsultasi langsung.

Jumat, 10 Juli 2020

KONSULTAN PENULISAN TUGAS AKHIR

https://rokiminajha.blogspot.com/2020/07/jasa-pembuatan-skripsi.html

KONSULTASI DAN PENYUSUSAN SKRIPSI - TESIS JAKARTA
1). Deal, transfer 50%
2). Kirimkan aturan-aturan skripsi atau tesis sesuai kampus masing². Biasanya ada panduan tertulis berupa buku. Isinya tentang teknis penyusunan, sistematika, batasan tahun buku referensi. dll
3). Judul dulu atau langsung proposal
4). Jika judul, saya kirim  Judul dan penjelasannya dalam 4 hari. Saya kasih 3 kemungkinan judul. Silakan pilih yang pas dan sesuai.
5). Jika langsung proposal, saya kirimkan seminggu.
6). Setelah menghadap dosen dan revisi, kirim balik ke saya beserta penjelasannya.
7). Dalam jangka 3-4 hari saya kirim kembali hasil revisinya
😎. Demikian seterusnya  sampai selesai semua bab acc dosen
9). Jika sudah selesai semua, baru  pelunasan 100%
☎️ 085750.988500
EMAIL: rokiminajha@gmail.com
Lokasi Jakarta
Jika diperlukan dan dalam jumlah banyak, saya bisa datang ke kota tsb untuk konsultasi langsung.

JASA PEMBUATAN SKRIPSI

KONSULTASI DAN PENYUSUSAN SKRIPSI - TESIS JAKARTA
1). Deal, transfer 50%
2). Kirimkan aturan-aturan skripsi atau tesis sesuai kampus masing². Biasanya ada panduan tertulis berupa buku. Isinya tentang teknis penyusunan, sistematika, batasan tahun buku referensi. dll
3). Judul dulu atau langsung proposal
4). Jika judul, saya kirim  Judul dan penjelasannya dalam 4 hari. Saya kasih 3 kemungkinan judul. Silakan pilih yang pas dan sesuai.
5). Jika langsung proposal, saya kirimkan seminggu.
6). Setelah menghadap dosen dan revisi, kirim balik ke saya beserta penjelasannya.
7). Dalam jangka 3-4 hari saya kirim kembali hasil revisinya
😎. Demikian seterusnya  sampai selesai semua bab acc dosen
9). Jika sudah selesai semua, baru  pelunasan 100%
☎️ 085750.988500
EMAIL : rokiminajha@gmail.com

Lokasi Jakarta
Jika diperlukan dan dalam jumlah banyak, saya bisa datang ke kota tsb untuk konsultasi langsung.

Rabu, 14 Maret 2018

TIPS AGAR PERCAYA DIRI


                MENJAGA KEMANDIRIAN
Hasil gambar untuk percaya diri
Assalamualaikum, wr,wb
Ustd yang saya hormati, saya mempunyai teman akrab yang serba bisa, kami sering berdiskusi dan berkerja sama menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan asrama. Tapi lama kelamaan pada diri saya menemui sikap negatif perasaan selalu menggantungkan langsung menyelesaikan tugas kepadanya serta jiwa kurang mandiri, bahkan akhir-akhir ini lebih parah, saya mulai minder di depannya karena kemampuan saya lebih rendah, mohon ustd memberi arahan untuk mengatasi masalah ini, terima kasih.
Wassalam,
Nabilah, Ngawi

Ukhti kebiasaan mendiskusikan beragam hal dan kerjasama produktif dalam menyelesaikan tugas harus tetap di jaga dan di kembangkan adapun sifat negative muncul pada diri ukhti. Bukan di sebabkan karena aktifitas diskusi dan kerjasama melainkan posisi ukhti perankan. Coba mengambil peran lebih aktif dan lebih produktif bukan sekedar penikmat yang pasif berusahalah untuk saling menyenergikan potensi masing-masing insaallah hasil yang di peroleh akan lebih maksimal karena energy bukan hanya memungkinkan penjumlahan melainkan pengalian yang berlipat.
Yang Artinya keberhasilan yang lahir dari proses sinergi positif adalah berlipat-lipat. Lebih baik lagi jika diskusi dan kerjasama tersebut melibatkan lebih banyak lagi teman. Sehingga tidak eklusif hanya untuk ukhti berdua hasil dan keberkahannya pun akan lebih berlipat . amien.
Jika langkah di atas tidak member perubahan positif, ukhti perlu mencoba strategi yang lain dalam berkerjasama, yakni menyelesaikan tugas dan kegiatan sendiri tapi tetap menhidupkan semangat diskusi dan sesame antar teman, langkah alternative ini di tempuh dalam tiga tahap, pertama proses, identifikasi tugas dengan diskusi bersama, kedua penyelesaian tugas oleh masing-masing.
Ketiga, persentasi hasil setiap orang dalam kelompok tersebut, langkah itu memungkinkan setiap orang memupuk kepercayaan diri dalam mengapresikan kemampuan dan kreativitasnya secara bebas dan mandiri.
Selain itu juga akan lebih mematangkan hasil yang di peroleh individu dan kelompok karena beragam ide dan karya setiap orang di uji dalam persentasi dan diskusi akhir. Walahu’alam bishowwab.


Tips Agar Membaca Tidak Membosankan


Agar membaca tidak membosankan
Hasil gambar untuk membaca
Assalamu`alaikum wr, wb
Ustadz Sofwan yang terhormat, setiap membaca buku, paling lama saya biasa berkonsentrasi hanya di lima belas menit pertama. Setelah itu mata terasa berat,  mengantuk, dan konsentrasi hilang. Mohon ustadz memberikan tips untuk menanggulangi masalah ini. Demikian dari  saya. Jazakumullah  khoir.
Wasssalam.

 Nahidi Sahman Maris
Bogor

Wa`alaikum salam wr, wb
Terima kasih atas pertanyaannya. Membaca merupakan salah satu kebiasaan yang sangat baik apalagi bagi seorang pelajar. Sebab dari kegiatan itu,  seorang pelajar dapat belajar berbagai objek, baik yang berhubungn dengan kegiatan dikelas, maupun di luar kelas. Membaca akan membosankan bahkan akan  menjadi kantuk, kalau dilakukan secara monoton. Karena itu beberapa ahli menyarankan agar memberlakukan membaca itu sebagaimana kegiatan makan. Memulai dengan sedikit demi sedikit dan mungkin dengan cara “ngemil”. Dengan itu saudara dapat menikmati isi buku yang diinginkan.
Ada beberapa tips aga membaca buku dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan. Diantaranya sebagai berikut :
Pertama, agar membaca buku tidak menyebabkan kantuk, buku yang dibaca  haruslah buku yang sesuai dengan tema-tema yang disukai kalaupun yang dibaca adalah buku yang anda mau tidak mau harus dibaca, sebelum anda mulai membaca timbulkan rasa senang dan keingintahuan terhadap buku tersebut. Awali dengan Basmallah dan doa semoga apa yang anda baca dapat dimengerti dan bermanfaat.
Kedua, sebelum membaca semua halaman buku, ada baiknya kalau buku-buku tersebut “dicicipi” terlebih dahulu. Biasanya dengan membaca daftar isi terlebih dahulu, rangkuman isi buku,atau dengan mencari informasi tentang informasi yang menarik.
Ketiga, untuk menyelesaikannya, membaca buku dapat dilakukan dengan cara ngemil (sedikit demi sedikit). Dengan jalan ini, buku setebal 500 halaman pun dapat diselesaikan dengan santai, yaitu dengan jalan mensari halaman-halaman yang menarik dan bermanfaat dalam buku tersebut.
Halaman-halaman ini sajalah yang sibaca dan didalami tidak perlu membaca semau halaman yang ada dalam sebuah buku cara ngemil ini juga berarti membaca sedikit-demi sedikit dalam waktu yang berbeda. Jika merasa mengantuk berhentilah sejenak, buat kegiatan lain (atau istirahat) selama beberapa menit kemudian kembali membaca. Mudah-mudahan dengan cara terseut kegiatan membaca menjadi menarik. Wallahu a`lam.


Sabtu, 27 Januari 2018

Kisah Nabi Ayyub As Paling Lengkap (Kisah 25 Nabi Dan Rasul Lengkap)


Berkata salah seorang malaikat kepada kawan-kawannya yang lagi berkumpul berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk Allah, jenis manusia di atas bumi : "Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah yang lebih baik dari hamba Allah Ayyub". Ia adalah seorang mukmin sejati ahli ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan oleh Allah kepadanya, ia mengenepikan sebahagian untuk menolong orang-orang yang memerlukan para fakir miskin. Hari-harinya terisi penuh dengan ibadah, sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan kurnia yang diberikan kepadanya."

Para kawanan malaikat yang mendengarkan kata-kata pujian dan sanjungan untuk diri Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan masing-masing menambahkan lagi dengan menyebut beberapa sifat dan tabiat yang lain yang ada pada diri Ayyub.

Percakapan para malaikat yang memuji-muji Ayyub itu didengar oleh Iblis yang sedang berada tidak jauh dari tempat mereka berkumpul. Iblis merasa panas hati dan jengkel mendengar kata-kata pujian bagi seseorang dari keturunan Adam yang ia telah bersumpah akan disesatkan ketika ia dikeluarkan dari syurga kerananya. Ia tidak rela melihat seorang dari anak cucu anak Nabi Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan amal soleh sesuai dengan perintah dan petunjuk Allah.

Pergilah Iblis mendatangi Ayyub untuk menyatakan sendiri sampai sejauh mana kebenaran kata-kata pujian para malaikat itu kepada diri Ayyub. Ternyata memang benar Ayyub patut mendapat segala pujian itu. Ia mendatangi Ayyub bergelimpangan dalam kenikmatan duniawi, tenggelam dalam kekayaan yang tidak ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar yang hidup rukun, damai dan bakti. Ia mendapati Ayyub tidak tersilau matanya oleh kekayaan yang ia miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawinya. Siang dan malam ia sentiasa menemui Ayyub berada di mihrabnya melakukan solat, sujud dan tasyakur kepada Allah atas segala pemberian-Nya. Mulutnya tidak berhenti menyebut nama Allah berzikir, bertasbih dan bertahmid. Ayyub ditemuinya sebagai seorang yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah yang lemah, yang lapar diberinya makan, yang telanjang diberinya pakaian, yang bodoh diajar dan dipimpin dan yang salah ditegur.

Iblis gagal dalam usahanya memujuk Ayyub. Telinga Ayyub pekak terhadap segala bisikannya dan fitnahannya dan hatinya yang sudah penuh dengan iman dan takwa tidak ada tempat lagi bagi bibit-bibit kesesatan yang ditaburkan oleh Iblis. Cinta dan taatnya kepada Allah merupakan benteng yang ampuh terhadap serangan Iblis dengan peluru kebohongan dan pemutar-balikan kebenaran yang semuanya mental tidak mendapatkan sasaran pada diri Ayyub.

Akan tetapi Iblis bukanlah Iblis jika ia berputus asa dan kegagalannya memujuk Ayyub secara langsung. Ia pergi menghadapi kepada Allah untuk menghasut. Ia berkata : " Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang menyembah dan memuji-muji-Mu, bertasbih dan bertahmid menyebut nama-Mu, ia tidak berbuat demikian seikhlas dan setulus hatinya kerana cinta dan taat pada-Mu. Ia melakukan itu semua dan berlaku sebagai hamba yang soleh tekun beribadah kepada-Mu hanya kerana takut akan kehilangan semua kenikmatan duniawi yang telah Engkau kurniakan kepadanya. Ia  takut, jika ia tidak berbuat demikian , bahawa engkau akan mencabut daripadanya segala nikmat yang telah ia perolehnya berupa puluhan ribu haiwan ternakan, beribu-ribu hektar tanah ladang, berpuluh-puluh hamba sahaya dan pembantu serta keluarga dan putera-puteri yang soleh dan bakti. Tidakkah semuanya itu patut disyukuri untuk tidak terlepas dari pemilikannya dan habis terkena musibah? Di samping itu Ayyub masih mengharapkan agar kekayaannya bertambah menjadi berlipat ganda. Untuk tujuan dan maksud itulah Ayyub mendekatkan diri kepada-Mu dengan ibadah dan amal-amal solehnya dan andai kata ia terkena musibah dan kehilangan semua yang ia miliki, nescaya ia akan mengubah sikapnya dan akan melalaikan kewajibannya beribadah kepada-Mu."

Allah berfirman kepada Iblis : " Sesungguhnya Ayyub adalah seorang hamba-Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mukmin sejati, apa yang ia lakukan untuk mendekati dirinya kepada-Ku adalah semata-mata didorong oleh iman yang teguh dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan takwa yang telah meresap di dalam lubuk hatinya serta menguasai seluruh jiwa raganya tidak akan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawinya. Cintanya kepada-Ku yang telah menjiwai amal ibadah dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi kurang, musibah apa pun yang akan melanda dalam dirinya dan harta kekayaannya. Ia yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikannya bertambah berlipat ganda. Ia bersih dari semua tuduhan dan prasangkamu. Engkau memang tidak rela melihathamba-hamba-Ku anak cucu Adan berada di atas jalan yang benar, lurus dan tidak tersesat. Dan untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan kebulatan imannya kepada-Ku dan kepada takdir-Ku, Aku izinkan engkau untuk mencuba menggodanya serta memalingkannya daripada-Ku. Kerahkanlah pembantu-pembantumu menggoda Ayyub melalui harta kekayaannya dan keluarganya. Cuba binasakanlah harta kekayaannya dan cerai-beraikanlah keluarganya yang rukun dan bahagia itu dan lihatlah sampai di mana kebolehanmu menyesatkan dan merusakkan iman hamba-Ku Ayyub itu."

Dikumpulkanlah oleh Iblis syaitan-syaitan, pembantunya, diberitahukan bahawa ia telah mendapatkan izin dari Tuhan untuk mengganyang ayyub, merusak aqidah dan imannya dan memalingkannya dari Tuhannya yang ia sembah dengan sepenuh hati dan keyakinan. Jalannya ialah dengan memusnahkan harta kekayaannya sehingga ia menjadi seorang yang papa dan miskin, mencerai-beraikan keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara tidak berkeluarga, Iblis berseru kepada pembantu-pembantunya itu agar melaksanakan tugas penyesatan Ayyub sebaik-baiknya dengan segala daya dan siasat apa saja yang mereka dapat lakukan.

Dengan berbagai cara gangguan, akhirnya berhasillah kawanan syaitan itu menghancurkan-luluhkan kekayaan Ayyub, yang dimulai dengan haiwan-haiwan ternakannya yang bergelimpangan mati satu persatu sehingga habis sama sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rusak menjadi kering dan gedung-gedungnya yang terbakar habis dimakan api, sehingga dalam waktu yang sangat singkat sekali Ayyub yang kaya-raya tiba-tiba menjadi seorang papa miskin tidak memiliki selain hatinya yang penuh iman dan takwa serta jiwanya yang besar.

Setelah berhasil menghabiskan kekayaan dan harta milik Ayyub datanglah Iblis kepadanya menyerupai sebagai seorang tua yang tampak bijaksana dan berpengalaman dan berkata: "Sesungguhnya musibah yang menimpa dirimu sangat dahsyat sekali sehingga dalam waktu yang begitu sempit telah habis semua kekayaanmu dan hilang semua harta kekayaan milikmu. Kawan-kawanmu merasa sedih ssedang musuh-musuhmu bersenang hati dan gembira melihat penderitaan yang engkau alami akibat musibah yang susul-menyusul melanda kekayaan dan harta milikmu. Mereka bertanya-tanya, gerangan apakah yang menyebabkan Ayyub tertimpa musibah yang hebat itu yang menjadikannya dalam sekelip mata kehilangan semua harta miliknya. Sementara orang dari mereka berkata bahawa mungkin kerana Ayyub tidak ikhlas dalam ibadah dan semua amal kebajikannya dan ada yang berkata bahawa andaikan Allah, Tuhan Ayyub, benar-benar berkuasa, nescaya Dia dapat menyelamatkan Ayyub dari malapetaka, mengingat bahawa ia telah menggunakan seluruh waktunya beribadah dan berzikir, tidak pernah melanggar perintah-Nya . Seorang lain menggunjing dengan mengatakan bahawa mungkin amal ibadah Ayyub tidak diterima oleh Tuhan, kerana ia tidak melakukan itu dari hati yang bersih dan sifat ria dan ingin dipuji dan banyak lagi cerita-cerita orang tentang kejadian yang sangat menyedihkan itu. Akupun menaruh simpati kepadamu, hai Ayyub dan turut bersedih hati dan berdukacita atas nasib yang buruk yang engkau telah alami."

Iblis yang menyerupai sebagai orang tua itu - mengakhiri kata-kata hasutannya seraya memperhatikan wajah Ayyub yang tetap tenang berseri-seri tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau sesalan yang ingin ditimbulkan oleh Iblis dengan kata-kata racunnya itu. Ayyub berkata kepadanya : "Ketahuilah bahawa apa yang aku telah miliki berupa harta benda, gedung-gedung, tanah ladang dan haiwan ternakan serta lain-lainnya semuanya itu adalah barangan titipan Allah yang diminta-Nya kembali setelah aku cukup menikmatinya dan memanfaatkannya sepanjang masa atau ibarat barang pinjaman yang diminta kembali oleh tuannya jika saatnya telah tiba. Maka segala syukur dan ouji bagi Allah yang telah memberikan kurniaan-Nya kepadaku dan mencabutnya kembali pula dari siapa yang Dia kehendaki dan mencabutnya pula dari siapa saja yang Dia suka. Dia adalah yang Maha Kuasa mengangkat darjat seseorang atau menurunkannya menurut kehendak-Nya. kami sebagai hamba-hamba makhluk-Nya yang lemah patut berserah diri kepada-Nya dan menerima segala qadha' dan takdir-Nya yang kadang kala kami belum dapat mengerti dan menangkap hikmah yang terkandung dalam qadha' dan takdir-Nya itu."

Selesai mengucapkan kata-kata jawabnya kepada Iblis yang sedang duduk tercenggang di depannya, menyungkurlah Ayyub bersujud kepada Allah memohon ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cubaan dan ujian-Nya.

Iblis segera meninggalkan rumah Ayyub dengan rasa kecewa bahawa racun hasutannya tidak termakan oleh hati hamba Allah yang bernama Ayyub itu. Akan tetapi Iblis tidak akan pernah berputus asa melaksanakan sumpah yang ia telah nyatakan di hadapan Allah dan malaikat-Nya bahawa ia akan berusaha menyesatkan Bani Adam di mana saja mereka berada. Ia merencanakan melanjutkan usaha gangguan dan godaannya kepada Ayyub lewat penghancuran keluarganya yang sedang hidup rukun, damai dan saling hidup cinta mencintai dan harga menghargai. Iblis datang lagi menghadap kepada Tuhan dan meminta izin meneruskan usahanya mencuba Ayyub. Berkata ia kepada Tuhan: "Wahai Tuhan, Ayyub tidak termakan oleh hasutanku dan sedikit pun tidak goyah iman dan aqidahnya kepada-Mu meski pun ia sudah kehilangan semua kekayaannya dan kembali hidup papa dan miskin kerana ia masih mempunyai putera-putera yang cekap yang dapat ia andalkan untuk mengembalikan semua yang hilang itu dan menjadi sandaran serta tumpuan hidupnya di hari tuanya. Menurut perkiraanku, Ayyub tidak akan bertahan jika musibah yang mengenai harta kekayaannya mengenai keluarganya pula, apa lagi bila ia sangat sayang dan mencintai, maka izinkanlah aku mencuba kesabarannya dan keteguhannya kali ini melalui godaan yang akan aku lakukan terhadap keluarganya dan putera-puteranya yang ia sangat sayang dan cintai itu."

Allah meluluskan permintaan Iblis itu dan berfirman: "Aku mengizinkan engkau mencuba sekali lagi menggoyahkan hati Ayyub yang penuh iman, tawakkal dan kesabaran tiu dengan caramu yang lain, namun ketahuilah bahawa engkau tidak akan berhasil mencapai tujuanmu melemahkan iman Ayyub dan menipiskan kepercayaannya kepada-Ku."

Iblis lalu pergi bersama pembantu-pembantunya menuju tempat tinggal putera-putera Ayyub di suatu gedung yang penuh dengan sarana-sarana kemewahan dan kemegahan, lalu digoyangkanlah gedung itu hingga roboh berantakan menjatuhi dan menimbuni seluruh penghuninya. Kemudian cepat-cepatlah pergi Iblis mengunjungi Ayyub di rumahnya, menyerupai sebagai seorang dari kawan-kawan  Ayyub, yang datang menyampaikan takziah dan menyatakan turut berdukacita atas musibah yang menimpa puteranya. Ia berkata kepada Ayyub dalam takziahnya: "Hai Ayyub, sudahkah engkau melihat putera-puteramu yang mati tertimbun di bawah runtuhan gedung yang roboh akibat gempa bumi? Kiranya, wahai Ayyub, Tuhan tidak menerima ibadahmu selama ini dan tidak melindungimu sebagai imbalan bagi amal solehmu dan sujud rukukmu siang dan malam."

Mendengar kata-kata Iblis itu, menangislah Ayyub tersedu-sedu seraya berucap: "Allahlah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut."

Iblis keluar meninggalkan Ayyub dalam keadaan bersujud munajat dengan rasa jengkel dan marah kepada dirinya sendiri kerana telah gagal untuk kedua kalinya memujuk dan menghasut Ayyub. Ia pergi menghadap Tuhan dan berkata: "Wahai Tuhan, Ayyub sudah kehilangan semua harta benda dan seluruh kekayaannya dan hari ini ia ditinggalkan oleh putera-puteranya yang mati terbunuh di bawah runtuhan gedung yang telah kami hancurkan , namun ia masih tetap dalam keadaan mentalnya yang kuat dan sihat. Ia hanya menangis tersedu-sedu namun batinnya, jiwanya, iman dan kepercayaannya kepada-Mu tidak tergoyah sama sekali. Izinkan aku mencubanya kali ini mengganggu kesihatan bandanya dan kekuatan fizikalnya, kerana jika ia sudah jatuh sakit dan kekuatannya menjadi lumpuh, nescaya ia akan mulai malas melakukan ibadah dan lama-kelamaan akan melalaikan kewajibannya kepada-Mu dan menjadi lunturlah iman dan akidahnya."

Allah tetap menentang Iblis bahawa ia tidak akan berhasil dalam usahanya menggoda Ayyub walau bagaimana pun besarnya musibah yang ditimpakan kepadanya dan bagaimana pun beratnya cubaan yang dialaminya. Kerana Allah telah menetapkan dia menjadi teladan kesabaran, keteguhan iman dan  ketekunan beribadah bagi hamba-hamba-Nya. Allah berfirman kepada Iblis: "Bolehlah engkau mencuba lagi usahamu mengganggu kesihatan badan dan kekuatan fizikal Ayyub. Aku akan lihat sejauh mana kepandaianmu mengganggu dan menghamba pilihan-Ku ini."

Iblis lalu memerintahkan kepada anak buahnya agar menaburkan benih-benih baksil penyakit ke dalam tubuh Ayyub. Baksil-baksil ysng ditaburkan itu segera mengganyang kesihatan Ayyub yang menjadikan ia menderita berbagai-bagai penyakit, deman panas, batuk dan lain-lain lagi sehingga menyebabkan badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah dan wajahnya menjadi pucat tidak berdarah dan kulitnya menjadi berbintik-bintik . Ianya akhir dijauhi oleh orang-orang sekampungnya dan oleh kawan-kawan dekatnya, kerana penyakit Ayyub dapat menular dengan cepatnya kepada orang-orang yang menyentuhnya atau mendekatinya. Ia menjadi terasing daripada pergaulan orang di tempatnya dan hanya isterinyalah yang tetap mendampinginya, merawatnya dengan penuh kesabaran dan rasa kasih sayang, melayani segala keperluannya tanpa mengeluh atau menunjukkan tanda kesal hati dari penyakit suaminya yang tidak kunjung sembuh itu.

Iblis memperhatikan Ayyub dalam keadaan yang sudah amat parah itu tidak meninggalkan adat kebiasaannya, ibadahnya, zikirnya, ia tidak mengeluh, tidak bergaduh, ia hanya menyebut nama Allah memohon ampun dan lindungan-Nya bila ia merasakan sakit. Iblis merasa kesal hati dan jengkel melihat ketabahan hati Ayyub menanggung derita dan kesabarannya menerima berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal, tidak tahu apa usaha lagi yang harus diterapkan bagi mencapai tujuannya merusakkan aqidah dan iman Ayyub. Ia lalu meminta bantuan fikiran dari para kawan-kawan pembantunya, apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Ayyub setelah segala usahanya gagal tidak mencapai sasarannya.

Bertanya mereka kepadanya: "Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang ampuh serta kelincinanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati manusia yang biasanya tidak pernah sia-sia?" Seorang pembantu lain berkata: "Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari syurga, bagaimanakah engkau lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuanmu itu?"

"Dengan memujuk isterinya", jawab Iblis. "Jika demikian" berkata syaitan itu kembali, "Laksanakanlah siasat itu dan terapkanlah terhadap Ayyub, hembuskanlah racunmu ke telinga isterinya yang tampak sudah agak kesal merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia."

"Benarlah dan tepat fikiranmu itu," kata Iblis, "Hanya tinggal itulah satu-satu jalan yang belum aku cuba. Pasti kali ini dengan cara menghasut isterinya aku akan berhasil melaksanakan akan maksudku selama ini."

Dengan rencana barunya pergilah Iblis mendatangi isteri Ayyub, menyamar sebagai seorang kawan lelaki yang rapat dengan suaminya. Ia berkata kepada isteri Ayyub: "Apa khabar dan bagaimana keadaan suamimu di ketika ini?"

Seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah suaminya, berkata isteri Ayyub kepada Iblis itu, tamunya: "Itulah dia terbaring menderita kesakitan, namun mulutnya tidak henti-hentinya berzikir menyebut nama Allah. Ia masih berada dalam keadaan parah, mati tidak hidup pun tidak."

Kata-kata isteri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi Iblis bahawa ia kali ini akan berhasil maka diingatkanlah isteri Ayyub akan masa mudanya di mana ia hidup dengan suaminya dalam keadaan sihat, bahagia dan makmur dan dibawakannyalah kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah Iblis dari rumah Ayyub meninggalkan isteri Ayyub duduk termenung seorang diri, mengenangkan masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraan hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan dan musibah dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan harta-benda, disusul dengan kematian puteranya, dan kemudian yang terakhirnya diikuti oleh penyakit suaminya yang parah yang sangat menjemukan itu. Isteri Ayyub merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya yang terbaring sakit, tiada sahabat tiada kerabat, tiada handai, tiada taulan, semua menjauhi mereka kerana khuatir kejangkitan penyakit kulit Ayyub yang menular dan menjijikkan itu.

Seraya menarik nafas panjang datanglah isteri Ayyub mendekati suaminya yang sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya berkata: "Wahai sayangku, sampai bilakah engkau terseksa oleh Tuhanmu ini? Di manakah kekayaanmu, putera-puteramu, sahabat-sahabatmu dan kawan-kawan terdekatmu? Oh, alangkah syahdunya masa lampau kami, usia muda, badan sihat, sarana kebahagiaan dan kesejahteraan hidup tersedia dikelilingi oleh keluarga dan terulang kembali masa yang manis itu?  Mohonlah wahai Ayyub dari Tuhanmu, agar kami dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berpanjangan ini."

Berkata Ayyub menjawab keluhan isterinya: "Wahai isteriku yang kusayangi, engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa yang lalu, menangisi anak-anak kita yang telah mati diambil oleh Allah dan engkau minta aku memohon kepada Allah agar kami dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaan yang kami alami masa kini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa lama kami tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu?" "Lapan puluh tahun", jawab isteri Ayyub. "Lalu berapa lama kami telah hidup dalam penderitaan ini?" tanya lagi Ayyub. "Tujuh tahun", jawab si isteri.

"Aku malu", Ayyub melanjutkan jawabannya," memohon dari Allah membebaskan kami dari sengsaraan dan penderitaan yang telah kami alami belum sepanjang masa kejayaan yang telah Allah kurniakan kepada kami. Kiranya engkau telah termakan hasutan dan bujukan syaitan, sehingga mulai menipis imanmu dan berkesal hati menerima taqdir dan hukum Allah. Tunggulah ganjaranmu kelak jika aku telah sembuh dari penyakitku dan kekuatan badanku pulih kembali. Aku akan mencambukmu seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan diriku makan dan minum dari tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu untukku. Tinggalkanlah aku seorang diri di tempat ini sampai Allah menentukan taqdir-Nya."

Setelah ditinggalkan oleh isterinya yang diusir, maka Nabi Ayyub tinggal seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tiada anak dan tiada isteri. Ia bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih sayang-Nya. Ia berdoa: "Wahai Tuhanku, aku telah diganggu oleh syaitan dengan kepayahan dan kesusahan serta seksaan dan Engkaulah wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."

Allah menerima doa Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan Iblis. Allah mewahyukan firman kepadanya: "Hantamkanlah kakimu ke tanah. Dari situ air akan memancur dan dengan air itu engkau akan sembuh dari semua penyakitmu dan akan pulih kembali kesihatan dan kekuatan badanmu jika engkau gunakannya untuk minum dan mandimu."

Dengan izin Allah setelah dilaksanakan petunjuk Illahi itu, sembuhlah segera Nabi Ayyub dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan segala rasa pedih hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan kembali menampakkan lebih sihat dan lebih kuat daripada sebelum ia menderita.

Dalam pada itu isterinya yang telah diusir dan meninggalkan dia seorang diri di tempat tinggalnya yang terasing, jauh dari jiran, jauh dari keramaian kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada jauh dari suaminya, namun ia hampir tidak mengenalnya kembali, kerana bukanlah Ayyub yang ditinggalkan sakit itu yang berada didepannya, tetapi Ayyub yang muda belia, segar bugar, sihat afiat seakan-akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia segera memeluk suaminya seraya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya mengembalikan kesihatan suaminya bahkan lebih baik daripada keadaan asalnya.

Nabi Ayyub telah bersumpah sewaktu ia mengusir isterinya akan mencambuknya seratus kali bila ia sudah sembuh. Ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya itu, namun merasa kasihan kepada isterinya yang sudah menunjukkan kesetiaannya dan menyekutuinya di dalam segala duka dan deritanya. Ia bingung, hatinya terumbang-ambingkan oleh dua perasaan, ia merasa berwajiban melaksanakan sumpahnya, tetapi isterinya yang setia dan bakti itu tidak patut, kata hatinya, menjalani hukuman yang seberat itu. Akhirnya Allah memberi jalan keluar baginya dengan firman-Nya: "Hai Ayyub, ambillah dengan tanganmu seikat rumput dan cambuklah isterimu dengan rumput itu seratus kali sesuai dengan sesuai dengan sumpahmu, sehingga dengan demikian tertebuslah sumpahmu."

Nabi Ayyub dipilih oleh Allah sebagai nabi dan teladan yang baik bagi hamba-hamba_Nya dalam hal kesabaran dan keteguhan iman sehingga kini nama Ayyub disebut orang sebagai simbul kesabaran. Orang menyatakan , si Fulan memiliki kesabaran Ayyub dan sebagainya. Dan Allah telah membalas kesabaran dan keteguhan iman Ayyub bukan saja dengan memulihkan kembali kesihatan badannya dan kekuatan fizikalnya kepada keadaan seperti masa mudanya, bahkan dikembalikan pula kebesaran duniawinya dan kekayaan harta-bendanya dengan berlipat gandanya. Juga kepadanya dikurniakan lagi putera-putera sebanyak yang telah hilang dan mati dalam musibah yang ia telah alami. Demikianlah rahmat Tuhan dan kurnia-Nya kepada Nabi Ayyub yang telah berhasil melalui masa ujian yang berat dengan penuh sabar, tawakkal dan beriman kepada Allah.

Kisah Ayyub di atas dapat dibaca dalam Al-Quran surah Shaad ayat 41 sehingga ayat 44 dan surah Al-Anbiaa' ayat 83 dan 84

Kisah Nabi Adam As Paling Lengkap (Kisah 25 Nabi Dan Rasul Lengkap)


KISAH NABI ADAM AS - Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:

"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."

Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"

Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."

Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:

"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."

Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.

Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."

Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.
Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.
Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.

Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Jumat, 12 Januari 2018

PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, dimana pendidikan menjadi suatu kebutuhan manusia dalam meninjau masa depannya, apalagi sebagai oranng yang memeluk agama islam, paling tidak harus mengetahui mengenai aturan kehidupan yang akan dijalaninya. Karena sebagai umat muslim ada aturan-aturan yang tidak lepas dari kehidupan kita sekalian. Dalam melaksanakan ibadah memerlukan ilmu pengetahuan tentang ibadah, ada perkara wajib dan sunnah dalam melaksanakan ibadah baik itu ibadah maqdah maupun ibadah ghairu maqdah. Nah, hal tersebutlah menjadi alasan pentingnya pendidikan untuk kehidupan kita.
Dalam hal ini lukman member pengajaran kepada anaknya tentang kebenaran dan meninggalkan perbuatan kemusyrikan. Karena kemusyrikan adalah kezaliman yang besar. Maka dari itu kita sebagai orang tua, baik bagi orang tua di rumah, maupun orang tua di sekolah harus betul-betul mengajar anak atau peserta didik dengan baik dan penuh kelembutan sebagaimana lukman dalam mendidik anaknya yang telah dikisahkan di dalam Al-qur’an.
Dalam kehidupan kita banyak sekali dijumpai hal-hal yang bertentengan dengan hukum Al-qur’an dan hadis maka dari itu disinilah fungsi pendidikan untuk memilah man yang hak dan mana yang bathil. Sejak kecil anak sudah mendapat pendidikan dari kedua orang tua melalui keteladanan dan kebiasaan hidup sehari-hari dalam keluarga. Baik dan tidaknya keteladanan yang ditampilakan akan mempengaruhi jiwa dan tingkah laku anak. Keteladanan dan tingkahlaku kedua orang tua, tidak terlepas dari pengamatan anak. Meniru suatu hal yang orang tua lakukan adalah sesuatu yang sering anaklakukan dalam tahapan perkembangannya. Maka dari itu tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak sangatlah besar untuk penanaman ahlak yang baik dan luhur.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENDIDIKAN  ANAK  DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAH LUKMAN AYAT 13-19
Dalam mendidik seorang anak, sudah pastilah orang tua harus mengetahui bagaimana cara menanamkan nilai-nilai pendidikan yang baik terhadap seorang anak. Karna orang tualah yang menjadi lingkungan yang pertama di tempuh oleh seorang anak dalam mendapatkan pendidikan. Nilai-nilai pendidikan itu, dapat diambil oleh seorang anak melalui proses pengajaran (nasehat-nasehat) dan keteladanan dalam artian apa yang dicontohkan oleh kedua orang tua, sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak. Sebagai mana yang telah dipelajari dalam psikologi pendidikan, dalam proses perkembangan dan pertumbuhan anak akan cenderung meniru kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Maka dari itu keteladanan yang baik yang seharusnya diperlihatkan kepada seorang anak, karna keteladanan adalah bagian dari proses pendidikan anak.
Di bawah ini, adalah konsep yang diterapkan oleh Lukman dalam mendidik anaknya:
1.      Q.S Lukman[31] Ayat 13
øŒÎ)ur tA$s% ß`»yJø)ä9 ¾ÏmÏZö/ew uqèdur ¼çmÝàÏètƒ ¢Óo_ç6»tƒ Ÿw õ8ÎŽô³è@ «!$$Î/ ( žcÎ) x8÷ŽÅe³9$# íOù=Ýàs9 ÒOŠÏàtã  
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".


Kata يَعِظُ (ya’izuhu) yaitu pengajaran yang mengandung nasihat kebajikan dengan cara yang menyentuh hati. Ada juga yang memaknai sebagai ucapan yang mengandung peringatan.[1] Kata bunayya adalah panggilan untuk anak laki-laki. Dimana panggilan tersebut mengandung kasih sayang. Lukman memulai nasehatnya kepada putranya dengan menekankan perlunya menghindari perbuatan syirik, karena perbuatan syirik adalah kedzaliman yang amat besar. Kita telah megetahui bahwa zalim adalah menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya. Suatu kezaliman yang besar jika menjadikan mahluk sebagai tuhan.
Nlai pendidikan yang terkandung dalam surah ini, yaitu bagaimana seharusnya menjadi seorang pendidik dalam berikan pengajaran kepada anak. Kita harus memulai dengan kelembutan. Ini adalah salah satu metode yang digunakan oleh Lukman sebagai mana dikisahkan dalam ayat diatas. Disamping itu, kita tidak boleh luput dalam mengulanginya untuk member nasehat.[2] Dalam mengajar harus banyak menasehati anak tentang hal-hal kebaikan terutama menyangkut ibadah kepada Allah SWT.
Setelah melihat bagaimana Lukman dalam mendidik anak, maka dilanjutkan dengan ayat berikutnya yang membahas atau mengajar kita bagaimana dalam bergail dan berbuat baik kepada kedua orang tua:
2.      Q.S Lukman[31] Ayat 14
$uZøŠ¢¹urur z`»|¡SM}$# Ïm÷ƒyÏ9ºuqÎ/ çm÷Fn=uHxq ¼çmBé& $·Z÷dur 4n?tã 9`÷dur ¼çmè=»|ÁÏùur Îû Èû÷ütB%tæ Èbr& öà6ô©$# Í< y7÷ƒyÏ9ºuqÎ9ur ¥n<Î) 玍ÅÁyJø9$# ÇÊÍÈ  
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180].[3] bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Kata (ووصينا) wawasayna. Yaitu berpesan dengan sangat kukuh kepada manusia menyangkut kedua orang tua mereka, agar selalu berbuat baik kepada keduanya.[4] Kata (وهنا) wahnan yaitu kelemahan yang dirasakan oleh seorang ibu untuk memikul beban kandungan yang kian memberat sesuai dengan usia kandungan. Maka untuk itulah kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada mereka, dan bersyukur kepada Allah yang menciptakan kita melalui perantara keduanya dan bersyukur pula kepada kedua orang tua yang senantiasa melimpahkan kasih sayangnya kepada kita sebagai seorang anak.
Nilai pendidikan yang harus kita ambil yaitu bagaimana cara untuk mempergauli kedua orang tua baik mereka sudah lanjut usia yang dalam pemeliharaan kita.
3.      Q. S. Lukman[31] Ayat 15
bÎ)ur š#yyg»y_ #n?tã br& šÍô±è@ Î1 $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ Ÿxsù $yJßg÷èÏÜè? ( $yJßgö6Ïm$|¹ur Îû $u÷R9$# $]ùrã÷ètB ( ôìÎ7¨?$#ur Ÿ@Î6y ô`tB z>$tRr& ¥n<Î) 4 ¢OèO ¥n<Î) öNä3ãèÅ_ötB Nà6ã¥Îm;tRé'sù $yJÎ/ óOçFZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÎÈ  
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Setelah ayat lalu menekankan tentang pentingnya berbuat baik kepada orang tua, maka dalam ayat diatas dinyatakan pengecualian untuk mentaati perintah kedua orangtua. Kata ( جاهداك) terambil dari kata (جهد) juhd yakni kemampuan atau sungguh-sungguh. Kata ini digunakan dalam ayat karena adanya upaya sungguh-sungguh. Dalam hal ini, sebagaimana makna kata اكجهد  adanya unsur paksaan dari orang tua untuk mentaati kemauanya yang melencengkan aqidah maka tidak harus diikuti apalagi hanya sekedar ajakan.[5]
Asbab nuzul ayat ini berkenaan Sa’ad bin Malik. Sa’ad bin Malik mengatakan, “aku sangat mencintai ibuku. Saat aku masuk islam ibuku tidak setuju dan berkata, ‘anakku, kau pilih salah satu, kamu tinggalkan Islam atau aku tidak akan makan sampai aku mati. Aku bertekad untuk tetap memeluk Islam. Namun ibuku malaksanakan ancamannya selama tiga hari tiga malam. Aku bersedih dan berkata, ‘ibu, jika ibu memiliki seribu jiwa (nyawa) dan satu persatu meninggal, aku akan tetap dalam Islam. Karena itu terserah ibu mau makan atau tidak, ahirnya ibuku pun luluh dan mau makan kembali.” (H.R. at-Tabrani).
Nilai-nilai pendidikan yang bias kita ambil jika dikaitkan dengan Al-qur’an surah lukman ayat 15:
a.       Peran orangtua bukanlah segalanya, melainkan terbatas dengan peraturan dan norma-norma ilahi.
b.      Dalam dunia pendidikan, pendidik tidak mendominasi secara mutlak, tidak semua harus diterima oleh anak didik melainkan anak didik perlu memilah yang benar berdasarkan nilai-nilai Islamiyah. Yaitu merujuk pada Al-qur’an dan As-sunnah.
c.       Dalam persoalan keduniaan, kita harus mematuhi kedua orang tua dan berbakti atau memberikan haknya, namun kalau persoalan aqidah tidak seharusnya kita mengikuti.[6]
4.      Q.S. Lukman[31] ayat 16
¢Óo_ç6»tƒ !$pk¨XÎ) bÎ) à7s? tA$s)÷WÏB 7p¬6ym ô`ÏiB 5AyŠöyz `ä3tFsù Îû >ot÷|¹ ÷rr& Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÷rr& Îû ÇÚöF{$# ÏNù'tƒ $pkÍ5 ª!$# 4 ¨bÎ) ©!$# ì#ÏÜs9 ׎Î7yz ÇÊÏÈ  
"Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181][7] lagi Maha mengetahui.
Ayat diatas merupakan lanjutan nasihat Lukman kepada anaknya. Bahwa sekecil apapun itu, akan ada balasan dari perbuatan tersebut. Sebagaimana firman Allah pada ayat sebelumnya: “maka akan Ku-beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Ayat diatas pun dipertegas di dalam Q.S Al-anbiya’[21]:47 yang berbunyi:
“Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti kami mendatangkannya(pahala). Dan cukuplah kami membuat perhitungan,”
Perumpamaan biji sawi, dinyatakan dalam surah ini, karena biji sawi sangatlah kecil. Dalam tafsir Al-Muntakhab yang melukiskan biji tersebut. Di dalam tafsir tersebut dibahas bahwa 1 kg biji ( خردل (atau sawi terdiri atas 913.000 butir. Dengan demikian berat satu biji sawi sama dengan 1/1000 gram.
            Kata ( لطيف ) diambil dari akar kata لطف lathafa yang berarti lembut, halus. Artinya Allah maha halus yaitu walau sekecil apapun Allah mengetahuinya. Nilai pendidikan yang bisa kita ambil yaitu pengarahan kepada manusia bahwa tidak ada sesuatu yang dikerjakan melainkan ada balasan sekecil  apapun itu. Dan kita sebagai seorang pendidik, kita terus meluruskan walaupun menyangkut hal-hal kecil.
5.      Q.S Lukman[31] ayat 17
¢Óo_ç6»tƒ ÉOÏ%r& no4qn=¢Á9$# öãBù&ur Å$rã÷èyJø9$$Î/ tm÷R$#ur Ç`tã ̍s3ZßJø9$# ÷ŽÉ9ô¹$#ur 4n?tã !$tB y7t/$|¹r& ( ¨bÎ) y7Ï9ºsŒ ô`ÏB ÇP÷tã ÍqãBW{$# ÇÊÐÈ  
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
            Diatas adalah lanjutan nasihat dari Lukman kepada anaknya, terkait perintah sholat, dan menyuruh anaknya memerintahkan kepada setiap orang untuk melakukan hal-hal yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan kemungkaran dan bersabarlah. Karena hal yang ketiga tersebut merupakan hal-hal yang diutamakan.
            Dalam menjalankan wasiat Lukman tersebut tidaklah mudah melainkan ada banyak rintangan yang dihadapi ketika menyampaikan hal-hal yang baik.  Ini sama halnya yang dirasakan Rasulullah saat berdakwah, betapa banyak rintangan yang dialami sampai-sampai beliau rela dilempari kotoran dan batu untuk menegakkan kebenaran.
      Nilai pendidikan yang bisa diambil dari ayat ini adalah:
1.      Kewajiban mendidik diri sendiri sebelum mendidik orang lain.
2.      Sebagai seorang pendidik, perlunya kesabaran dan penuh kasih sayang tanpa membedakan peserta didik.
6. Q.S Lukman[31] Ayat 18
Ÿwur öÏiè|Áè? š£s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? Îû ÇÚöF{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä ¨@ä. 5A$tFøƒèC 9qãsù ÇÊÑÈ  
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Nasihat Lukman kali ini adalah akhlak dan sopan santun dalam berinteraksi dengan sesama manusia. hal yang disebutkan diatas sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-ari kita. Kadang kala orang yang pernah kenal baik dengan kita, saat mendapati posisi yang tinggi seakan malu dan memalingkan muka saat bertemu karena posisi dan status sosial sudah beda lagi dengan kita.
Kata (تُصَعر) tusha’ir terambil dari kata (الصَعر) ash-sha’ar yaitu penyakit yang menimpa unta, dam menjadikan lehernya keseleo. Sehingga ini memaksakan dia dan berupaya keras agar berpaling sehingga tekanan tidak tertuju pada syaraf lehernya yang mengakibatkan rasa sakit. Dari kata inilah menggambarkan upaya keras dari seorang untuk bersikap angkuh dan menghina orang lain.[8]
Telah digambarkan diatas nasihat Lukman kepada anaknya, yaitu nasihat untuk tidak menyombongkan diri, dan jangan berjalan dengan angkuh. Karena itu merupakan perbutan yang tidak disukai oleh Allah SWT.
Nilai pendidikan yang bisa kita ambil dari ayat ini adalah etika dalam berbicara atau berdialog untuk tidak merendahkan orang yang kita ajak bicara atau bertukar fikiran. Ayat ini mengajarkan kita konsep berdialog antara sesama manusia. [9]
7.      Q.S Lukman[31] Ayat 19.
ôÅÁø%$#ur Îû šÍô±tB ôÙàÒøî$#ur `ÏB y7Ï?öq|¹ 4 ¨bÎ) ts3Rr& ÏNºuqô¹F{$# ßNöq|Ás9 ÎŽÏJptø:$# ÇÊÒÈ  
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182][10] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Kata ( وَا قْصِدْ فى مَشْيِكَ ) “dan sederhanalah kamu dalam berjalan”. Yaitu berjalan secara sederhana maksudnya adalah tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat namun adil yaitu mengambil pertengahan. Kata (وَاْ غْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ)  “dan lunakkanlah suaramu.” Yaitu janganlah kamu berlebihan dalam berbicara dan jangan mengeraskan suara pada sesuatu yang tidak bermanfaat.[11]
Sehingga, dari itulah Allah SWT berfirman: (اِن اَنكَرَ اْلأصْوَاتِ لصَوْتُ الحمير) “Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai”. Mujahid dan banyak Ulama berkata: perumpamaan keledai orang yang mengangkat suaranya tinggi-tingi, disamping itu merupakan hal yang dimurkai oleh Allah.
Nilai pendidikan yang bisa kita ambil jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, yaitu: dalam berbicara kita harus bertutur yang sopan dan tidak berlebihan dan ini terkait dengan etika dalam diskusi.



















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari ayat 13-19 tiga kali di sebutkan يبُنَيَّ  itu mengisyaratkan dalam mengajar anak harus dilandaskan dengan panggilan kasih sayang, agar hati anak luluh dan mengikuti apa yang diajarkan oleh orang tua. Diatas juga sudah dijelaskan bahwasanya kita harus terus-terus menasehati, ini merupakan metode yang dilakukan oleh Lukman Hakin dalam mendidik anaknya. Dalam bergaul dengan orang tua, kita harus berlaku santun. Kemudian, kita harus mempersiapkan bekal pendidikan yang mantap kepada anak, karena ajal tidak diketahui kapan datangnya.












DAFTAR PUSTAKA
Alu Syaikh, Abdurrahman Bin Ishaq. TAFSIR IBNU KATSIR Jilid 4. Jakarta: Pustaka imam Asy- Syafi’i
Shihab, M. Quraish, TAFSIR AL-MISBAH Pesan, Kesan dan Keserasian Al-qur’an. Jakarta : Lentera Hati Volume 11.
http://safardanial21.blogspot.co.id/2015/05/tafsir-ayat-pendidikan-anak-qs-luqman.html





[1] Quraish Shihab, TAFSIR AL-MISBAH pesan, kesan dan keserasian Al-qur’an, Lentera hati. Vol 11, hlm. 127.
[2] ibid
[3] [1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
[4] Quraish Shihab, TAFSIR AL-MISBAH pesan, kesan dan keserasian Al-qur’an, Lentera hati. Vol 11, hlm. 129.
[5] Quraish Shihab, TAFSIR AL-MISBAH pesan, kesan dan keserasian Al-qur’an, Jakarta: Lentera hati. Vol 11, hlm. 132.
[6] http://safardanial21.blogspot.co.id/2015/05/tafsir-ayat-pendidikan-anak-qs-luqman.html
[7] [1181] Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.

[8]  Quraish Shihab, TAFSIR AL-MISBAH: pesan, kesan dan keserasian Al-qur’an, Jakarta: Lentera hati. Vol 11, hlm. 139.
[9] Ibnu Katsir dalam tafsir Al-qur’anul Adzim, Kairo, 2000: 56.
[10] [1182] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
[11] Alu Syaikh, Abdurrahman Bin Ishaq. TAFSIR IBNU KATSIR Jilid 4. Jakarta: Pustaka imam Asy- Syafi’I, Hal 784.