Minggu, 16 April 2017

Makalah Sejarah Peradaban Islam di Afrika Utara


SEJARAH PERADABAN ISLAM DI AFRIKA UTARA

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pembimbing : Dr. Muh. Hariadi, M.A

 

 

Di susun oleh

ROKIMIN

NIM : 162520068

 

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU QUR’AN JAKARTA

TAHUN 2016 M/1438 H




SEJARAH PERADABAN ISLAM DI AFRIKA UTARA
Rokimin[1]
A.      Pendahuluan
Afrika Utara merupakan daerah yang sangat penting bagi penyebaran agama ISlama di dartan Erofa. Ia menjadi pintu gerbang masukkan ISlam yang selama berabad-abad berda diabawah kepemimpinan kekuasaan kristen sekaligus benteng pertahanan islam di wilayah tersebut. Dari sisi kemajuan peradaban. Afrika utra tidak bisa begitu saja dilupakan dalam sejarah Islam, kemajuan dibidang Arsitekturm Dekorasi, dan seni bangunan lainnya dapat kita saksikan peninggalannya.
Afrika di Sub sahara adalah wilayah yang sangat luas, yaitu mencakup seluruh wilayah afrika minus Afrika Utara, Maroko, Algeria, Tuniasia, Libya, dan Mesir. Dalam makalah ini akan dibahas Peradaban Islam di Afrika Utara, DInasti-Dinasti Afrika Utara, dan Kemajuan Islam di Afrika Utara, Afrika Barat dan Afrika Sub-Sahara.
B.       Peradaban Islam Di Afrika Utara
Afrika Utara merupakan pintu gerbang penyebaran Islam ke Eropa. Dari Afrika Utara lalu ke Spanyol yang termasuk benua Eropa. Penyebaran Islam ke Afrika Utara sudah dimulai sejak khulafaurrasyidin, yaitu pada masa Umar bin Khattab. Pada tahun 640 M Panglima Amr bin Ash berhasil memasuki Mesir. Kemudian pada khalifah Uthman bin Affan penyebaran Islam meluas ke Barqah dan Tripoli. Tapi penaklukan atas kedua kota tersebut tidak berlangsung lama karena Gubernur Romawi berhasil merebut ke dua itu kembali. Karena Gubernur Romawi ini kejam  dan memeras rakyat sehingga rakyat ( penduduk ) meminta bantuan kepada orang – orang Islam. Permintaan itu disanggupi oleh khlalifah Utsman bin Affan. Namun bantuan itu baru bisa terealisasi pada pemerintahan Bani Umayyah yaitu pada masa Muawiyah bin Abi Sufyan. Muawiyah bin Abi Sufyan mempercayakan tugas itu pada panglimanya yang bernama Uqbah ibn Nafi al Fihri. Dan Uqbah ibn Nafi al Fihri berhasil menekan suku barbar dan menghalau pasukan Romawi dari daerah tersebut. Mulai sejak itu Afrika Utara dikuasia oleh Bani Umayyah lalu Bani Abbas, Rustamiyah, Idrisiyah, Aglabiyah, Ziridiyah, Hammadiyah kemudian Murabithun dan Muwahhidun.
Pada Abad 1 H/7 M kehidupan sosisal masyarakat Afrika Utara lebih merupakan kehidupan Masyarakat Barbar yang bersifat kesukuan, Normad[2], dan Partiakhi.[3] pada masa Nabi Muhammad Saw, pertama kali ada kontak dengan Afrika yaitu setelah beberapa sahabatnya hijrah ke Habsy dana mendapat perlakuan baik dari masyarakat maupun dari penguaa yaitu Raja Najasyi atau Negus.[4]  Agama Islam Masuk ke Afrika Utara pada saat daerah ini berada dibawah kekuasaan kekaisaran Romawi. Penaklukkan daerah ini mulai dirintis pada masa Khalifah Umar Bin Khattab.[5]
Kedatangan Islam di Afrika Utara terjadi pada masa kekhalifahan Umar Ibn al-Khathab. Pada masa itu kekuasaan Islam di tahun 640 M, sudah berhasil memasuki Mesir di bawah komando ‘Amr ibn al-‘Ash.[6]
Pada masa kekhalifahan Usman ibn Affan penaklukan Islam sudah meluas sampai ke Barqah dan Tripoli. Penaklukan atas dua wilayah itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan daerah Mesir. Penaklukan itu tidak berlangsung lama, karena gubernur-gubernur Romawi menduduki kembali wilayah-wilayah yang telah ditinggalkan itu. Namun kekejaman dan pemerasan yang mereka lakukan telah mengusik ketenteraman pendududk asli, sehingga tidak lama kemudian penduduk asli sendiri memohon kepada orang-orang muslim untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Romawi. Pada waktu kekuasaan Islam sudah berpindah kepada Muawwiyah Ibn Sufyan khalifah pertama bani Ummayah. Ia bertekad untuk memberikan pukulan terakhir kepada kekuasaan Romawi di Afrika Utara, dan mempercayakan tugas ini kepada seorang panglima masyhur Uqbah Ibn Nafi al-Fikri (W. 683 M), yang telah menetap di Barqah sejak daerah itu ditaklukan[7]
Pada tahun 50 H/670 M ‘Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur, Kairawan, disebelah selatan Tunisia. Tujuannnya adalah untuk mengendalikan orang-orang Barbar yang ganas dan sukar diatur,dan juga untuk menjaga terhadap perusakan-perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Romawi dari laut. Perjalanan ‘Uqbah yang cemerlang itu dan pukulan-pukulannya yang menghancurkan orang-orang Romawi dan Barbar, telah membuat negeri itu aman selama beberapa tahun.
Akan tetapi, pada tahun 683 M orang-orang Islam di Afrika utara mengalami kemunduran yang hebat, karena orang-orang Barbar dibawah kepemimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan ‘Uqbah. Dia dan seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu orang-orang Islam tidak berdaya mengembalikan kekuasaannya di Afrika Utara, karena selain berhadapan dengan bangsa Barbar juga ada bangsa Romawi yang memanfaatkan kesempatan dalam pemberontakan tersebut.
Ketika pemerintahahan dipegang oleh Musa, di Afrika Utara terjadi perubahan sosial dan politik yang cukup drastis. Perlawanan orang-orang Barbar yang ganas dapat dihancurkan domanasi politik berada di tangan orang orang muslim dan da’wah Islam yang menyebar dengan kecepatan yang luar biasa. Hal-hal inilah yang menyebabkan sebagian sejarawan menganggap Musa Ibn Nusair sebagai penakluk yang sesungguhnya atas Afrika Utara.
Satu hal perlu dikemukakan bahwa seluruh pemberontakan yang terjadi di Afrika Utara dilakukan oleh orang-orang Barbar dan kaum Khawarij. Tidak diketahui bagaimana faham Khorijiah masuk ke daerah itu dan kemudian menyebar disana. Yang pasti semangat egalitarian dan karakter oposisinya terhadap pemerintahan Bani Umayyah telah mereflesikan aspirasi orang-orang Barbar.
Oleh karena itu, dapat diduga bahwa kesamaan aspirasi itulah yang menyebabkan faham keagamaan tersebut mudah diterima oleh orang-orang Barbar, bahkan kira-kira pada tahun 132 H/750 M, hampir seluruh orang Afrika Utara menganut faham ini.[8]
Pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan (685-705 H), daulah Bani Umayah mulai bangkit untuk merebut Afrika Utara, beliau mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Hasan Ibn Nu’man Al-Ghasani unutk memulihkan kekuatan Islam yang hilang yang mampu menembus tentara Romawi dan Barbar, sejak saat itu Afrika Utara dan daerah Maghribi tidak termasuk lingkungan Mesir, tetapi berdiri sendiri yang diperintah oleh seseorang Gubernur yang di angkat oleh Khalifah.
Kekuasaan Islam di Afrika Utara tidak berjalan mulus ingga terjadi pergantian Gubernur dari Hasan Ibn Nu’man kepada Muasa Ibn Nushair. Ketika pemerintahan Musa Ibn Nushair di Afrika terjadi perubahan sosial dan politik yang cukup drastis. Perlawanan orang-orang Barbar dapat dihancurkan, dominasi politik berada ditanga orang-orang Muslim dan dakwah Islam Menyebar dengan cepat.[9]
C.      Dinasti-Dinasti di Afrika Utara
a.         Dinasti Idrisiah di Maroko
Idris Ibn Abdullah adalah cucu dari Hasan ibn Ali, ia melakukan pemberontakan terhadap Abbasyiah pada 786 M, namun karena kalah, ia melarikan diri ke Maroko dan mendirikan dinasti Idrisiah (788-974) dengan ubu kota Fez yang merupakan dinasti Syiah pertama dalam sejarah Islam. Karena dinasti ini terletak antara kekuasaan islam besar yaotu Umayyah di Andalusia dan Fatimiyah di Afrika Utara,
b.        Dinasti Aghlabiah 800-909 M
Dinasti ini berpusat di Saljiman, berdiri ketika Khalifah Harun Ar-Rasyid mengangkat Ibrahim Ibn Al-Ghalab sebai penguasa Tunisia pada 800 muntuk, membendung kekuatan-kekuatan luar dengan Abbasyiah terutama membendung serangan dinasti Rustamiah (Khawarij) dan idrisyiah. Kedua dinasti ini berusaha ekspansi ke Al-Maghrib untuk melemahkan kekuatan Abbasyiah di afrika dan sekitarnya.
c.         Dinasti Ibn Toulun
Didirikan oleh Ahmad ibn Toulun yang semula di tugaskan oleh penguasa Abbasyiah sebagai penguasa mesir, priode ini, kegiatan intelektual, Arsitektur berkembang dan maju, banyak rumah sakit, Masjid dan menara didirikan yaitu Masjid Ibn Toulun di Mesir.
d.        Dinasti Fatimiyah
Nama ini diberikan karena mengklain sebagai ketrunan garis lurus dari pasangan Ali ibn Abi Thalib dan Fatimah Azzahra binti Muhammad Saw. Pendiri dinasti Fatimiyah adalah Ubaidillah Al-Mahdi. Pada tahun 874 M. Abdullah Ibn Maimun menunjuk pengikutnya yaitu Abdullah Al-Husain sebagai oemimpin Syiah Isma’iliyah. Kemudian ia menyerang Afrika Utara dan berhasil menegakkan pengaruhnya. Setelah itu Abdullah Al-Husain menobatkan Said Ibn Husani AL-Salamiah sebagai Penggantinya.[10]
D. Kemajuan Peradaban Islam di Afrika Utara
a)        Berkembangnya Qairawan yang dibangun oleh Uqbah Ibn Nafi’ yang tidak hanya menjadi kota meliter semata, tetapi menjadi salah satu pusat ilmu dan peradaban yang cemerlang dalam sejarah Islam.
b)        Kebijakan Islamisasi yaitu dengan menhadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi dan pergaulan serta kemajian diberbagai ilmu oleh Musa Ibn Nushair sebagai proses perkembangan dan Perdaban Islam.
c)        Arsitektur Maghribi yang indah dengan arsemen timur yang kuat dalam bangunan masjid Qairawab dab Bentegn RAqqada serta kota kediaman para penguasa dinasiti Aghlabiah.
d)       Daerah Tahart (Tiaret) mengalami kemajuan dibidang ekonomi yang menjadi terminal dari salah satu rute khilafah trans-Sahara, sehingga dinamakan Irak Kecil di samping juga menjadi pusat kesarjanaan.
e)        Perguruan tinggi ( Masjid) Al-Zaituna, yang merupakan Universitas tertua Islam di Tunisia, ketika Bani Fatimiyah berkuasa.
f)         Kemajuan peradaban Islam di Afrika Utara mencapai Puncaknya pada masa dinasti AL-Muhiddun yang pendirinya Ibn Tumart adalah seorang politisi dan Reformis dalam bidang teologi.
Kemajuan diberbagai bidang
1.        Bidang Ilmu kebahasaan, seperti Ibnu sida, Abu Bakar Al-Turtusi dengan karyanya Siroj Al-Mulk
2.        Bidang kesehatan,dilihat dengan berdiri ya sebuah rumah sakit yang besar di Marrakesh.
3.        Bidang keokteran,  yang ada tokoh terkenal yaotu ABu Marwan Ibn Abdul Malik Ibn Zuhr.
4.        Bidang sejarang dan sosiologi, seperti Ibn Khaldun yang menjadi Menstro terbesar dalam Sejarah Islam.[11]
E. Peradaban Islam di Afrika Sub-Sahara
Masukkanya Islam di SUb-Sahara hampir sama dengan masukkanya Islam di Asia Tenggara, yaitu prises damai 9perdagngan) dan tanpa pertumpahan darah. Islam MAsuk ke Sub-Sahara melalui tiga wilayah.
Pertama,  bagian utara Islam Menyebar mulai sekitar tahun 1000 an masehi diberbagai wilayah sudan. Islam tersebar diwilayah utara Afrika Sub-Sahara melalui migrasi pedagang-pedagang muslim, sejumlah guru,  murd, pengikut sufi dan juga pedagan meiteranian, sehingga terbentuk masyarakat muslim minoritas yang kemudia secara beransur-ansur Islam menyebar kemasyarakat luas.
Kedua, diwilayah bagian Timur, Islam Menyebar dair Zayla’ (Somalia) mulai pada abad ke 9. Proses Islamisasi dibagian timur wilayah sudan, yaitu lewat jalur perdagangan dan perekonomian. Islam yang tersebar diwilayah ini mayoritas berasal dari Mesir dan Saudi Arabia dan bukan dari Afrika Utara.
Ketiga, Islam Masuk bagian selatan, yaitu Afrika Selatan. Islam Mulai berkembang diwilayah ini pada masa penjajahan belanda yang bergabung dalam dua gelombang. Pertama adalah orang-orang dari Melayu, Bengal, Malabar dan  Madagaskar yang di bawa oleh Kolonial Belanda ke Afrika Selatan sebagai tahanan budak. Kedua adalah para pedagang dan pekerja yang datang dari Calcuta, Madras, Bombay dan Gujarat abad ke 19.[12]
Di sudan bagian timur Afrika Timur, Islam Tumbuh menjadi Agama Populer, atau menjadi agama rakyat bawah dan bukan menjadi agama para penguasa dan bangsawan sebagaimana terjadi di Sudan bagian Tengah dan Barat.[13]
Kesimpulan
Sebelum Islam Masuk di Afrika di abwah kekaisaran Romawi, dan kehidupan Sosial Masyarakat Afrika Utara lebih merupakan kehidupan masyarakat Barbar yang bersifat kesukuan. Nomad dan Partiarkhi. Setelah kedatangan Islam, orang-orang barbar banyak yang di akomodasikan dalam pemerintah. Tidak hanya itu, Islam juga telah meninggalkan peradaban  yang sangat tinggi, dan Islam dikatakan sebagai pembebas pada daerah taklukan Islam tersebut.
Islam di Afrika Sub-Sahara memang belum signifikan jika dilihat peran mereka dalam konstelasi dunia Islam. Akan tetapu Afrika Sub-Sahara terlalu signifikan untuk ditinggalkan bila kita bicara tentang Islam di berbagai belahan dunia karena Islam telah lama menoreh sejarah di wilayah ini.




Daftar Pustaka
Abdurraham , Dudung, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta, Lesfi, 2004
Karim ,M. Abdul, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta, Pustaka Book Publisher, 2007
Sunanto ,Musyrifah, Sejarah Islam Klasik perkembangan Ilmu Pengetahuan, Jakarta, Kencana, 2003





[1] Makalah ini di persentasikan sebagai tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam, dalam bimbingan Dosen Bapak Dr. Muh. Hariadi, MA. Program Pascasarjana PTIQ Jakarta.
[2] Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosoak otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial. Ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan harta benda. Secara tersirat sistem ini melembagakan pemerintahan dan hak istimewa laki-laki dan menuntut subordinasi perempuan.
[3] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. (Yogyakarta, Lesfi, 2004), Hlm, 220
[4] M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. (Yogyakarta, Pustaka Book Publisher, 2007), hlm. 184
[5] Dudung Aburrahman, Sejarah Peradaban Islam, Hlm 220
[6] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Hlm 79
[7] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Hlm. 221
[8] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Hlm. 225
[9] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Hlm. 221-222
[10] Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik perkembangan Ilmu Pengetahuan, ( Jakarta, Kencana, 2003), Hlm. 131-132
[11] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Hlm. 221-222
[12] Yudian W. Asmin, krisis Peradaban Islam MOdern Sebuah Kultur Praindustri dalam Era Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (Yogyakarta, Tiara Wacana Yogya, 1994), Hlm 87-89
[13] Dudung Abdurraham, dkk, Sejarah Peradaban Islam: Masa Klasik Hingga Modern. Hlm. 254-255

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih atas kunjungannya jangan lupa komen